Friday, October 19, 2012

Elemen

Suatu hari, kubertemu Agni.
Aku ingin belajar elemen api darinya.
Dia memberiku seletup api,
lalu aku disuruhnya berkeliling dunia.

Aku pun pergi dengan seletup api.
Dari ujung dunia yang satu, ke ujung yang lain.
Semakin lama, aku pun terbakar gairah cinta.
Api ini pun membakar diriku.
Berkobar2 menghanguskan diriku hingga ke jantungku.
Jiwaku pun menjadi membara dengan amarah.
Yang akan selalu tampak di nyalang mataku.

Aku pun pergi kepada Banyu.
Aku ingin belajar elemen air darinya.
Suatu air yang bisa memuaskan segenap dahaga jiwa-jiwa yang kekeringan.
Kuingin memadamkan api yg kubawa ini.

Katanya untuk menguasai elemen air ini,
kuharus berakit-rakit ke hulu,
dan berenang-renang ke tepian.
Kuikuti kata-katanya.
Namun aku pun terhanyut hingga ke samudera asmara.
Aku pun nyaris mati tenggelam.

Setelah berhasil menambatkan diriku di pulau jiwaku,
Aku bertemu Bayu.
Aku ingin belajar elemen angin darinya.
Aku ingin bisa mengalun seperti dirinya.
Membuat pepohonan dan rerumputan menari seiring tarian jiwa.

Ia pun menghembuskan anginnya.
Aku pun tertiup bersama angin ini.
Menari dari taman jiwa yang satu ke yang lain.
Namun aku tak bisa berhenti mengalun.
Aku tidak bisa tinggal di rumah jiwa orang yang kucintai.
Mereka tak mampu melihatku, aku hanyalah angin.

Aku pun bertemu Bumi.
Aku ingin belajar elemen tanah darinya.
Namun ia hanya diam.
Kudekati dirinya dan kubiarkan ia memelukku dengan cinta.
Aku pun menemukan keabadian dalam pelukan tanah.

Akhirnya semua elemen telah kukuasai.
Api, air, angin dan tanah.

N├╝rnberg, 19 Oktober 2012

iscab.saptocondro

Tuesday, July 3, 2012

Kembali ke akar

Hijaunya dedaunan
Menyentuh udara segar
Menari bersama alunan angin 

Warna-warni bunga
Bermandikan cahaya
dari Sang Mentari 

Kokohnya pepohonan
Menjulang tinggi
menantang langit 

Semuanya ada
karena akar

yang tak menari bersama Sang Bayu
yang tak bermandikan cahaya Sang Surya
yang bersembunyi dalam pelukan Sang Bumi

Saatnya aku beristirahat
dari perjalananku
mengikuti ke mana alunan angin
Kuingin kembali ke akar

Saatnya aku meredupkan diriku
dari segenap keangkuhan dan narsisme
dan menyembunyikan warna-warniku dalam kegelapan
Kuingin kembali ke akar

Saatnya aku rehat sejenak
dari usaha menggapai cita-citaku
yang setinggi langit
Kuingin kembali ke akar 

Oh, Tuhan!
Semoga besok, kudapat kembali ke akar. 

Nürnberg, 2 Juli 2012

iscab.saptocondro

Friday, June 29, 2012

Kentang, ragi, dan vitamin V

Oh, Tuhan itu sungguh baik
Dan baik pula semua ciptaan-Nya

Oh, Tuhan menciptakan kentang
Dan baik pula kentang yang diciptakan Tuhan

Oh, Tuhan menciptakan berbagai jenis ragi
Dan baik pula beragam ragi diciptakan Tuhan

Oh, Tuhan menciptakan manusia
Dan baik pula manusia diciptakan Tuhan

Oh, Tuhan memberi manusia akal budi
Dan baik pula akal budi diciptakan Tuhan

Kentang, ragi, dan akal budi manusia
menjadi satu Trinitas
maka jadilah Vodka

Vodka Vitamin V
terbentuk dari semua ciptaan Tuhan yang Maha Baik
Sungguh baiklah vitamin V diciptakan Tuhan

Nürnberg, 29 Juni 2012

iscab.saptocondro

Sunday, May 27, 2012

Keindahan

Aku dilahirkan dari keindahan
dan hidup untuk mencintai keindahan
Persetan dengan mereka yang membenci keindahan
yang bersembunyi di balik ayat kitab suci
beserta golok dan pentungan

Aku dilahirkan dari keindahan
dan hidup untuk mencintai keindahan
Tuhan menganugerahi manusia dengan keindahan
untuk dipuja sebagai bagian keagungan diri-Nya
Aku takkan berhenti mencintai keindahan
hingga keindahan memelukku dalam liang kuburku 

Nürnberg, 21 Mei 2012

iscab.saptocondro

Saturday, March 17, 2012

Pada tahun ketujuh...

Pada tahun ketujuh,

akankah kaki ini akan terjejak di tanah itu?

akankah kaki ini akan melangkah ke rumah itu?

akankah hidung ini menghirup lagi udara kota itu?

akankah denyut jantung ini kembali berdetak seirama dengan kota itu?

akankah kuping ini kembali mendengarkan suara tawa asli mereka?

akankah hidupku kembali setelah kematianku tiga tahun lalu?

 

Nürnberg, 2 minggu menanti tahun ketujuh.

iscab.saptocondro